Lahan Perkebunan Teh Terus Menyusut

02.00.00

\Lahan Perkebunan Teh Terus Menyusut\



BANDUNG - Teh adalah salah satu komoditas perkebunan yang memiliki kontribusi cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Meski begitu komoditas tersebut tengah mengalami penurunan lahan produksi yang cukup drastis. 

Kepala Seksi ekspor Hasil Industri dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Ira Rahmayanti menjelaskan faktor penurunan lahan perkebunan teh di Indonesia terjadi karena kua litas iklim yang dihasilkan pada daerah perkebunan tidak lagi mendorong pertumbuhan teh secara optimal.

Selain itu kendala lainnya adalah semakin berkurangnya lahan produktif juga berimbas kepada produksi teh.

“Penurunan produksi teh ke mungkinan juga karena pengaruh agroklimat yang sudah tidak memadai. Sebab pertumbuhan teh itu harus didukung oleh iklim yang sesuai,” ucapnya.

Ira juga menyebutkan, persaingan teh Indonesia di luar negeri tidak kalah dengan kualitas teh dari negara lain seperti dari Cina.

Hanya saja masih banyak negara yang belum mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam teh dengan kualitas yang sangat baik. Data ekspor teh Jawa Barat berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) IPSKA Provinsi Jawa Barat pada 2012 hingga 2016 terlihat bahwa Indonesia mengalami penurunan ekspor.

Karena hanya pada 2013 ekspor teh Indonesia mencapai USD42 juta atau setara dengan Rp562 milliar.

Terpisah Koordinator Program Bussiness Watch Indonesia (BWI) Nanah Christianto menambahkan meskipun ekspor terbesar dipegang oleh BUMN, perkebunan rakyat patut menjadi salah satu yang di perhitungkan dalam peningkatan produksi teh Indonesia.

Menurutnya hilangnya lahan perkebunan rakyat yang cukup besar terjadi karena kebun yang tidak terurus dan banyak lahan yang dialihfungsikan.

“Kalau dulu ada 1.000 hektare perkebunan teh di Jawa Barat, sekarang sekitar 300 haktare hilang sehingga industri teh jadi berantakan,” jelasnya.

Nanah menjelaskan menurut jenisnya Indonesia memiliki tiga jenis perkebunan teh. Yakni perkebunan rakyat, perkebunan swasta, dan perkebunan besar negara (BUMN) yang dipegang oleh PT Perkebunan Nusantara. Akan tetapi hasil teh dari perkebunan rakyat memiliki kualitas yang jauh lebih baik, sayangnya akibat lahan yang terus berkurang membuat peluang petani teh rakyat terancam mengalami penurunan drastis.

Menurut data Kementerian Pertanian dengan basis data Ekspor Komoditi Pertanian Berdasarkan Negara Tujuan Subsektor Perkebunan pada Mei 2016 tercatat bahwa Malaysia, Rusia dan Pakistan adalah negara yang dituju pasar utama Indonesia.

Teh yang diekspor pun memiliki kualitas premium quality di mana hampir setengahnya dihasilkan oleh perkebunan yang dikelola oleh negara melalui PT Perkebunan Nusantara.

You Might Also Like

0 komentar