Kakak saya sempat dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, tetapi kemudian hidup kembali. Dia menceritakan banyak hal tentang pengalaman berada dalam kematian sejenak itu.Apakah cerita itu boleh dipandang sebagai penyingkapan tentang alam kekal yang sesungguhnya atau mengintip alam roh? Bagaimana Ajaran Gereja tentang hal ini?
Pertama, tentang kematian kita bisa membedakan antara kematian klinis dan kematian biologis. Ciri-ciri kematian klinis adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan, misal detak jantung, gelombang pernafasan, kesadaran, serta aktivitas gelombang otak.
alat-alat kedokteran tidak mampu mendeteksi tanda-tanda kehidupan itu lagi sehingga orang yang bersangkutan dinyatakan sudah meninggal dunia.
kematian biologis adalah berhentinya seluruh kehidupan dalam diri manusia yang ditandai dengan mulai membusuknya tubuh manusia. Kematian yang dirujuk dalam pertanyaan disebut kematian suri, yaitu keadaan di antara kematian klinis dan kematian biologis. Yang bersangkutan sudah mengalami kematian klinis, tetapi sebelum terjadi kematian biologis, orang itu hidup kembali.
Kedua, cerita orang-orang yang mengalami kematian suri mempunyai banyak kemiripan. Misal mereka sadar bahwa sudah meninggal dunia, bahkan banyak yang melihat jasadnya sendiri tertidur dan ditangisi anggota keluarga dan para sahabat. Banyak diantara mereka yang dibawa masuk ke dalam terowongan gelap, tapi pada ujungnya ada sinar terang. Mereka juga bertemu dengan anggota-anggota keluarga yang sudah meninggal, yang menyambut mereka. Banyak hal-hal indah yang mereka alami, seperti taman, istana, kamar yang mewah, pesta meriah, mendengarkan nyanyian para malaikant, dan berbagai ungkapan kebahagiaan dan kedamaian. Tetapi karena satu dan lain alasan, mereka harus kembali masuk ke dalam jasad mereka dan hidup kembali di dunia.
Pengalaman mati suri tak bisa dipandang sebagai "mengintip alam roh", seolah-olah apa yang dialami itu adalah realitas sesungguhnya dari alam roh yang di balik kehidupan ini. Tidak bisa juga dikatakan bahwa pengalaman itu adalah contoh tentang hidup kekal itu berlangsung. Tidak semua pengalaman orang yang mati suri itu sama, bahkan ada pengalaman yang bertentangan dan sulit dipadukan. Maka tidak bisa dikatakan secara pasti bahwa pengalaman mati suri itu mencerminkan secara riil keadaan neraka atau surga.
Ketiga, bisa dimaklumi adanya keingintahuan tentang kehidupan di balik kematian. Tetapi keingintahuan ini haruslah kita pasrahkan kepada Tuhan. Yesus mengingatkan agar kita berjaga-jaga selalu (Mat.24:42; 25:13; Mrk.13:35)
Apa yang diajarkan oleh "Kesaksian Musa dan para nabi" (Luk. 16:29) dan ditegaskan kembali dalam Perjanjian Baru kiranya sudah memadai untuk mempersiapkan diri kita. Jika kita tak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, maka kita juga tidak akan mau diyakinnyan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati (bdk.Luk. 16:31).
Untuk memproduksi bakteri Corine, kita harus punya Isolat bakteri Corine dan peralatan produksinya. Isolat Bakteri Corine, biasanya tersedia dalam bentuk biakan murni dalam media PDA (Potatoes Dextrose Agar). Wadah yang paling umum digunakan adalah tabung reaksi. Tiap tabung reaksi dapat digunakan untuk membuat larutan bakteri Corine sebanyak 5 liter.
Peralatan/instalasi produksi untuk memperbanyak bakteri Corine sp antara lain berupa
Peralatan/instalasi produksi untuk memperbanyak bakteri Corine sp antara lain berupa
- Aerator dan slang-nya, sebagai sumber udara sekaligus pengaduk.
- Fermentor, yaitu botol yang berisi larutan PK (KMnO4) atau Methylene Blue untuk membunuh bakteri dan jamur yang terbawa oleh udara dari aerator.
- Filter, yaitu botol yang berisi glass wool/busa penyaring untuk membersihkan udara dari fermentor dengan menangkap butiran PK atau MB yang tercampur udara.
- Jerigen kapasitas 5, 10, atau 20 liter untuk memproduksi bakteri Corine dalam media larutan EKG (Ekstrak Kentang Gula).
- Botol atau gelas untuk mengamankan lubang pembuangan udara dari jerigen, sekaligus sebagai indikator bahwa udara lancar tertiup ke dalam jerigen.
Langkah –langkah sebagai Cara Memproduksi / Memperbanyak Bakteri Corine, sp yaitu:
- Kentang dipotong dan dicuci
- Kentang direbus setelah air mendidih
- Setelah mateng air dan kentangnya dipisahkan.
- Air kentang ditambah gula kemudian rebus kembali sampai larut
- Air kentang yang sudah ditambah gula putih di dinginkan
- Kemudian masukan dalam jarigen, bila airnya kurang bisa ditambah dengan air mineral
- Masukkan Isolat Bakteri Corine pada air kentang yang ada di jirigen
- Setelah Isolat Bakteri Corine dan air kentang menyatu kemudian inkubasi selama 2-3 minggu dengan diberi aerasi dari aerator
- Coryne bacterium siap diaplikasikan dilahan
Bacaan dari Kitab Yesaya (2:1-5)
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi."
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan’. Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (13:11-14a)
"Keselamatan sudah dekat pada kita."
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (24:37-44)
"Berjaga-jaga dan siap siagalah!"
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
[RENUNGAN]
Pada hari dimulainya masa Adven ini, bacaan-bacaan yang diperdengarkan mengajak kita untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan pada akhir zaman. "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang". (Mat. 24 : 42). Sekurang-kurangnya ada dua pesan yang hendak disampaikan terkait kedatangan Tuhan itu.
Pertama, Tuhan datang tak seturut rencana manusia. Tuhan datang secara tiba-tiba tanpa pernah kita duga sebelumnya. Dengan kata lain, Tuhan memiliki rencana tersendiri terkait kedatangan-Nya. Oleh karena itu, perihal waktu kedatangan Tuhan, manusia tidak perlu repot-repot mengurusinya. Manusia tak perlu sibuk meramalkan waktu kedatangan Tuhan dengan pelbagai macam perhitungan manusia. Yang diminta dari manusia adalah sikap siap sedia saat Tuhan datang. Bagaimana secara konkret persiapan itu harus dilakukan, Rasul Paulus menyebutnya dalam suratnya kepada jemaan di Roma. "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati, tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang". (Rom. 13 : 13 - 14a).
Kedua, identitas Tuhan yang datang ini haruslah kita ketahui atau kita kenal. Tuhan yang akan datang di tengah-tengah kita adalah Tuhan yang menghendaki kehidupan damai sejahtera dan bahagia. Kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan yang dimaksudkan bukanlah yang hanya bisa dinikmati segelintir orang, melainkan yang bisa dirasakan dan dialamu oleh segala bangsa, semua orang. "Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang". (Yes. 2 : 4). Dengan demikian, pelbagai macam konflik yang timbul atau persengketaan yang dicar-cari bukanlah kondisi yang diharapkan pada kedatangan Tuhan.
Dalam perziarahan hidup iman kita, kedatangan Tuhan juga dimaknai dari dua sudut pandang. Pertama, kedatangan Tuhan yang pertama. Kedatangan ini terjadi saat Firman menjadi Manusia, yang terwujud konkret dalam bayi Yesus yang lahir di palungan Betlehem.
Kedatangan pertama ini kita hadirkan kembali dalam perayaan Natal. Upaya persiapannya kita laksanakan pada masa Adven yang akan kita jalani ini. Dengan kata lain, kedatangan pertama Tuhan adalah kedatangan jarak dekat.
Kedua, kedatangan Tuhan yang dimaksud adalah yang terjadi pada akhir zaman. Yang ini masih kita nantikan. Dengan kata lain, inilak kedatangan Tuhan yang berjarak lebih jauh dibandingkan dengan yang pertama. Pada saat Tuhan datang kedua kalinya, Yesus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan yang mati. Yang termasuk orang benar akan memperoleh keselamatan kekal, yaitu bangkit dan hidup mulia bersama Kristus dan Bapa-Nya dalam sukacita surgawi.
Dalam masa Adven ini, sikap siap sedia menunggu kedatangan Tuhan baik yang berjarak dekat maupun yang berjarak lebih jauh dituntut dari setiap orang beriman. Marilah kita bersungguh-sungguh mempersiapkan diri supaya ketika saat itu sungguh tiba kita didapati dalam keadaan siap siaga. (BV-Inspirasi Batin 2016)
Leguminosa adalah salah satu hijauan pakan ternak selain rumput. Gliricidia, leucaena dan kaliandra adalah tiga jenis leguminosa yang rendah emisi metananya. Keunggulan ketiga leguminosa ini adalah adaptif terhadap iklim di Indonesia, disukai ternak, mengandung protein tinggi 22-24%.
Hijauan ini berproduksi sepanjang tahun dan rendah emisi gas metana dibandingkan dengan jenis rumput seperti rumput gajah yang kandungan protein kasarnya 22-25%
Peningkatan bobot badan domba lepas sapih yang mengonsumsi ketiga leguminosa lebih tinggi dibandingkan dengan domba yang hanya mengonsumsi rumput.
Tanaman leguminosa ini diberikan kepada ternak tidak sebagai pakan tunggal tetapi dikombinasikan dengan rumput atu jerami dengan perbandingan maksimal rumput 60% leguminosa 40% dari total bahan kering ransum.
Jeruk bali merupakan jenis buah jeruk yang memiliki ukuran paling besar dibanding jenis jeruk lainnya. Nama bali pada jeruk ini sebetulnya tidak ada kaitannya dengan nama Pulau Bali. Tidak hanya di Indonesia, buah ini pun banyak digemari di berbagai negara Asia seperti Thailand, Bangladesh, Cina, dan Filipina.
Dengan bentuknya yang cukup besar, membuat banyak petani tertarik untuk membudidayakan jeruk bali. Terlebih jeruk bali juga memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Bahkan, Anda bisa menikmati hasilnya hingga mencapai ratusan juta sekali panen per hektarenya. Berikut tips jitu budidaya jeruk bali.
Syarat tumbuh buah jeruk bali
Karakteristik teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon ataupun jeruk nipis. Berikut beberapa syarat tumbuh buah jeruk bali yang perlu disiapkan.
Pastikan lahan Anda tidak sempit karena satu pohon buah jeruk bali membutuhkan area sekitar 7 × 8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.
Pastikan buah jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat Celsius.
Buah jeruk bali paling baik ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun buah ini dapat tumbuh asalkan cukup air, banyak sinar matahari, dan bebas hama.
Buah jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.
Tanaman buah jeruk bali menyukai tanah lempung berpasir.
Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.
Tanaman jeruk bali membutuhkan keasaman tanah (ph) sekitar 5,5—6,5.
Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga perlu adanya drainase di tempat ia tumbuh.
Budidaya jeruk bali
Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman buah lainnya, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman, serta pemanenan.
Penyiapan lahan
Penanaman jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum mulai menanam bibit jeruk bali, penggemburan dapat dilakukan dengan cara mencangkul lahan dan mencampurnya dengan pupuk.
Untuk pemetakan lahan yang akan ditanami masing-masing bibit, idealnya Anda menyediakan petakan tanah sebesar 7 × 8 meter untuk tiap bibitnya. Hal ini bukan tanpa alasan karena saat bibit buah jeruk bali ini membesar, ketinggiannya bisa mencapai 5 meter. Tentunya dengan ketinggian tersebut, rantingnya pun akan rimbun dan menutupi cahaya sinar matahari yang dibutuhkan oleh pohon jeruk bali. Oleh karena itu, diperlukan petakan tanah yang besar dan arah mata angin yang tepat untuk menumbuhkan pohon jeruk bali. Arah timur ke barat merupakan arah mata angin yang tepat bagi pohon jeruk bali agar senantiasa tercukupi sinar matahari.
Pembibitan
Setelah penyiapan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman, kini giliran menyediakan bibit buah jeruk bali yang baik. Pembibitan ini memegang kunci penting dari hasil panen maksimal yang akan Anda raih. Mengapa demikian? Sebab, cara pembibitan buah jeruk bali ini sebagian besar dilakukan bukan dengan metode biji atau stek, melainkan dengan cangkok.
Cara tanam dengan mengaplikasikan metode cangkok dipilih bukan tanpa alasan karena para petani jeruk bali memiliki pengalaman cara menanam yang baik dengan metode cangkok ini yakni masa buahnya yang tidak terlalu lama dan daya tahan pohon yang kuat. Ciri bibit buah jeruk bali yang baik adalah batangnya lurus dari atas ke bawah serta diameter batang sekitar 2—3 cm.
Penanaman
Setelah Anda mendapatkan bibit jeruk bali yang tepat, kini tibalah saatnya bercocok tanam bibit tersebut dengan teknik menanam yang tepat. Tanamlah masing-masing bibit di petakan tanah yang telah Anda sediakan (kurang lebih 7 × 8 meter). Adapun waktu yang tepat untuk menanam bisa Anda lakukan kapan saja. Ini karena buah jeruk bali bisa tumbuh di musim kering ataupun musim hujan, asalkan syarat tumbuhnya terpenuhi.
Pemupukan
Pemupukan dapat dilakukan selama maksimal 3 kali dalam setahun. Pemupukan yang pertama dapat Anda lakukan dengan menggunakan pupuk kandang (antara Juli—Agustus). Sementara itu, tahap pemupukan kedua dapat Anda lakukan dengan pupuk NPK (antara Oktober—November).
Penyiraman perlu dilakukan saat musim kering agar pohon jeruk bali Anda tidak kekurangan air.
Perawatan lainnya adalah penyiangan dengan cara membersihkan rumput liar, pengusiran hama dan ulat, serta pembatasan jumlah ranting dan buah pada musim panen pertama.
Pemanenan
Panen buah jeruk bali baru bisa dilakukan setelah tanaman berusia tiga tahun setelah masa tanam. Semakin tua umur pohon jeruk bali, semakin banyak buah yang akan dihasilkan.
Buah kiwi adalah salah satu buah yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan untuk dikonsumsi secara rutin. Hal ini karena buah kiwi mengandung banyak nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sayangnya buah satu ini di Indonesia kurang banyak peminatnya. Pasalnya, harga buah kiwi dirasa cukup mahal. Bahkan, beberapa orang menyebutnya sebagai buah mewah.
Sebenarnya manfaat ajaib buah kiwi sudah banyak diketahui orang. Buah kiwi mengandung banyak nutrisi sehingga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut manfaat ajaib buah kiwi yang perlu Anda ketahui.
Kesehatan jantung
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oslo di Norwegia mengatakan jika Anda rutin mengonsumsi buah kiwi 2/3 setiap hari dapat membuat jantung Anda selalu sehat, melancarkan peredaran darah, dan mengurangi pembekuan darah.
Baik untuk ibu hamil
Buah kiwi merupakan jenis buah yang mempunyai kandungan tinggi folat. Folat sangat berkhasiat untuk membantu perkembangan otak dan kognitif dan dapat mencegah cacat pada bayi.
Meningkatkan kekebalan tubuh
Buah kiwi mengandung anti-oksidan yang kaya serta kandungan vitamin C. Buah kiwi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak mudah terserang flu.
Kesehatan kulit
Buah kiwi memiliki kandungan kalium lebih tinggi daripada pisang. Tidak hanya itu, vitamin C yang terdapat pada buah kiwi juga lebih tinggi dibanding jeruk. Vitamin yang terkandung pada buah kiwi ini sangat bermanfaat untuk perawatan kulit.
Demikianlah beberapa manfaat ajaib buah kiwi yang sungguh luar biasa. Apakah Anda masih ragu untuk mengonsumsinya?
Singkong merupakan komoditas andalan dari hasil pertanian yang paling diharapkan demi peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu jenis singkong yang sangat populer adalah singkong gajah.
Berdasarkan data yang telah diperoleh, panen singkong gajah dapat mencapai 15—47 kg/pohon. Jika harga per kilogramnya dipatok Rp1.000, dalam satu pohon bisa menghasilkan Rp15.000—RP47.000. Dengan hasil yang fantastis tersebut, tentunya budidaya singkong gajah adalah keputusan yang harus Anda ambil.
Untuk membudidayakan singkong gajag ada tahapan dan tata caranya. Berikut tata carabudidaya singkong gajah dengan benar.
Dalam budidaya singkong gajah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satu di antaranya rumus budidaya singkong gajahyang telah berhasil diterapkan oleh ahlinya. Rumusnya: P= G + L +M. P adalah produktivitas, G itu genetika, L merupakan lingkungan, dan M berarti manajemen genetika.
Disamping itu, singkong gajah memiliki karakter yang sungguh istimewa. Ini karena setiap gennya dapat membelah dengan cepat dalam pembentukan akar. Hal ini menyebabkan singkong tersebut dapat tumbuh dengan cepat dan mampu menghasilkan jenis singkong yang gurih dan berumbi banyak.
Pemilihan lahan sangat vital dalam budidaya singkong gajah karena perubahan lingkungan dapat berdampak pada produktivitas dan pertumbuhan singkong. Pada proses penanamannya, singkong gajah membutuhkan sinar matahari langsung dari pagi hingga sore hari. Ketersediaan air juga penting karena kecukupan air sangat diperhitungkan dalam perkembangan tanaman. Perhatikan pula kondisi tanahnya. Tanah yang gembur bagus daya pegangnya terhadap air, stabil, dan lembut. Setelah semua proses terpenuhi, lakukan pemupukan dengan pupuk organik yang mencukupi dan lengkap. Pemupukan juga memiliki peran penting terhadap pertumbuhan singkong gajah.
Berikut tata cara budidaya singkong gajah
Tahap pertama, potong/setek batang kira-kira 25 cm. Pastikan setiap seteknya mempunyai 10 tunas. Tahap kedua, sediakan lahan tanam singkong dengan ruang gerak pada akar. Pastikan tanah tersebut gembur dan berdaya pegang air yang baik serta cukup ruang untuk akar dan tersedia cadangan makanan yang banyak.
Setelah melalui tahap satu dan dua dalam budidaya singkong gajah, lakukan penanaman. Tancapkan batang setek ke dalam tanah sepertiga bagian hingga setengah. Jarak yang ideal adalah 1,5 m × 1,5 m untuk kemudahan memperoleh sinar matahari. Tahap keempat atau tahap terakhir, yaitu perawatan. Tahap ini cukup sederhana dan tidak serumit yang Anda temukan pada komoditas pertanian lain. Yang perlu dilakukan adalah pemupukan pada waktu pratanam dan pemupukan susulan.
Merica atau lada merupakan salah satu komoditi utama di Indonesia. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan rempah yang semakin tinggi. Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik untuk terjun ke bisnis budidaya merica. Harga rempah yang cukup tinggi juga menjadi salah satu latar belakang banyaknya orang yang melakukan budidaya tanaman rempah di Indonesia.
Salah satu jenis rempah yang cukup terkenal adalah merica. Saat ini telah semakin banyak orang yang memiliki perkebunan merica sendiri dan memulai bisnis budidaya merica, baik dalam skala kecil maupun skala industri. Untuk menghasilkan merica berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut penjelasannya.
Klasifikasi merica
Sebelum memulai budidaya merica, terlebih dahulu Anda harus mengetahui karakteristik dan syarat tumbuh merica. Agar dapat tumbuh dengan subur, merica memerlukan beberapa syarat seperti curah hujan antara 2.000—3.000 mm per tahun, cukup mendapat sinar matahari, suhu udara antara 20—34 derajat Celsius, kelembapan udara antara 60—80%, serta terlindung dari embusan angin kencang.
Pembibitan
Mendapatkan bibit merica berkualitas adalah salah satu syarat utama yang harus Anda lakukan sebagai tahap persiapan dalam budidaya merica. Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan bibit merica dengan kualitas baik. Anda dapat melakukan proses pembibitan sendiri dengan menggunakan biji. Atau, Anda juga bisa membeli bibit merica siap tanam dari penyedia bibit merica.
Persiapan tanah
Pada budidaya merica pengolahan atau persiapan media tanam. Adapun syarat-syarat media tanam yang baik antara lain kaya akan bahan organik, tidak tergenang, tidak terlalu kering, pH seimbang, memiliki kandungan humus yang baik, kemiringan lahan tidak lebih dari 30 derajat, dan ketinggian lahan antara 300—1.100 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang bisa digunakan antara lain adalah lateritic, latosol, dan utisol.
Teknik penanaman
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembibitan adalah kemurnian jenis bibit, berasal dari induk yang sehat, bebas dari hama, serta berasal dari induk yang sudah berumur antara 1—3 tahun. Kebutuhan bibit per hektare adalah rata-rata 2.000 bibit.
Selain pembibitan, hal lain yang perlu diketahui mengenai cara budidaya merica adalah cara pengolahan media tanamnya. Mencangkul dan mengapuri lahan adalah hal penting agar lahan menjadi gembur dan terjaga tingkat keasamannya. Perlu diperhatikan juga dosis kapur yang digunakan dalam proses pengapuran agar didapat lahan dengan tingkat keasaman yang seimbang.
Teknik atau cara tanam yang digunakan dalam proses budidaya merica adalah sistem monokultur dengan jarak tanam 2 × 2 m. Lubang tanam dibuat dengan bentuk limas dengan kedalaman sekitar 50 cm. Lubang harus dibiarkan selama 10—15 hari sebelum ditanami dengan bibit. Waktu penanaman yang ideal adalah pada musim penghujan. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk kandang pada saat proses penanaman bibit.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam budidaya merica adalah pembuatan sulur panjat. Tanaman merica adalah termasuk tanaman merambat sehingga Anda harus menggunakan tiang panjat sebagai tempat bagi tanaman untuk merambat dan tumbuh dengan baik. Masa awal penanaman dapat dibantu dengan mengikat tanaman pada tiang rambat yang dapat dilepas dengan mudah ikatannya apabila tanaman telah kuat melekat di tiang rambat.
Selain penanaman yang baik, perlu juga dilakukan proses perawatan untuk menjaga kualitas merica yang dihasilkan. Perawatan tanaman merica antara lain penyiangan, pemangkasan, pemupukan berkala, pengairan, pemberian mulsa, dan pengendalian hama.
Krisan merupakan tanaman berhari pendek fakultatif, tanaman krisan membutuhkan periode cahaya lebih yaitu 14 jam untuk pertumbuhan vegetatif. Karakteristik ini berimplikasi bahwa tanaman krisan akan terinduksi untuk masuk ke fase generatif dan berbunga bila panjang hari yang diterima tanaman lebih pendek dari panjang kritisnya.
Teknologi budidaya krisan hemat sumber energi sangat diperlukan untuk penghematan biaya total usaha tani namun kualitas hasil krisan tetap optimal. Pada awalnya tambahan menggunakan lampu pijar 75-100 watt, kemudian pada perkembangannya digantikan dengan lampu neon kompak 23-25 watt.
Seiring dengan kemajuan teknologi lampu penerangan, sumber pencahayaan dari lampu LED (light emitting diode) memberikan alternatif sebagai lampu yang sangat hemat energi listrik, selain itu LED mempunyai usia pemakaian lampu yang lebih lama. Penggunaan lampu LED merupakan terobosan di bidang teknologi penambahan pencahayaan dalam budidaya krisan.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan varietas Puspita Nusantara dengan lampu LED 11 watt sama dengan tanaman dengan lampu flourescent 23 watt. Hal ini menunjukkam bahwa penggunaan lampu LED mempunyai hasil yang sama dengan lampu flourescent.
Apabila tarif dasar listrik (TDL) yang digunakan Rp. 1.496/KWH, untuk satu buah lampu menyala 4 jam/hari selama 30 hari maka biaya pemakaian jenis lampu flourescent 23 watt kurang lebih Rp.4.128,-.
Untuk jenis lampu LED 11 watt lebih kurang Rp. 2.303,- dihitung dari input biaya penambahan panjang hari, maka penggunaan lampu LED 11 watt lebih efisien 50-55% dibandingkan dengan lampu flourescent 23 watt.
[Renungan] Minggu, 20 November 2016 Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
november 02.00.00
Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (5:1-3)
"Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel."
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:12-20)
"Allah telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih."
Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (23:35-43)
"Tuhan, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, “Inilah Raja Orang Yahudi”. Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus, katanya, “Bukankah Engkau Kristus?” Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!” Tetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”
RENUNGAN
Bacaan Injil pada Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam ini, sungguh jelas menggambarkan bagaimana manusia memperlakukan Raja Semesta Alam, dan bagaimana Raja Semesta Alam bertitah dari takhta-Nya. Kayu salib adalah takhta-Nya, duri jadi mahkota-Nya. Dialah Raja yang rela menanggung hukuman bagi umat-Nya.
Pujian bagi-Nya adalah ejekan, olokan, dan caci maki. Namun, dari takhta-Nya Ia bersabda, "Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan". Sebuah peristiwa yang sungguh luar di luar akal sehat manusia. Raja, menanggung hukuman, dan masih berdoa supaya Bapa di surga mengampuni orang-orang yang melaksanakan penghukuman terhadap-Nya. dan dialah Allah, Allah yang mencintai, mengasihi, menyayangi umat-Nya.
Dialah Allah yang kita imani, yang datang sebagai Raja, bukan untuk menghukum, melainkan untuk dihukum, menggantikan kita, menebus dosa-dosa kita.
Menjelang ajal-Nya, seorang dari penjahat di samping-Nya, memohon, sekaligus mengakui Yesus sebagai Raja agar setidak-tidaknya, diingatkan saja ketika Sang Raja kembali. Namun Sang Raja, justru menjawab permohonannya dengan titah pengabulang yang lebih besar: "Engkau akan ada bersama-sama Aku di Firdaus". Penjahat yang semula hidup dalam kegelapan, kini hidup dalam terang surgawi, dalam terang kasih ilahi, bersama Sang Raja. Demikianlah kita para pendosa yang telah ditebus oleh-Nya, yang sering kali terseret dalam kegelapan dunia, marilah kita kembali kepada-Nya. Jangan biarkan kegelapan menguasai kita dan saudara-saudara kita. Tinggallah di dalam Kristus, Raja kita. Di dalam Dialah kepenuhan Allah, dan dengan darah-Nya kita diperdamaikan dengan Allah.
Inilah sukacita kita, sukacita para pengikut Kristus, yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Dialah Pemimpin segala pergerakan kita di dunia, Ia memimpin dengan gerak Roh Kasih Allah. Dialah Raja, Dialah Gembala, Dialah Tuhan. Kepada-Nyalah kita menyampaikan pujian dan kemuliaan selama-lamanya. Amin.
Pujian bagi-Nya adalah ejekan, olokan, dan caci maki. Namun, dari takhta-Nya Ia bersabda, "Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan". Sebuah peristiwa yang sungguh luar di luar akal sehat manusia. Raja, menanggung hukuman, dan masih berdoa supaya Bapa di surga mengampuni orang-orang yang melaksanakan penghukuman terhadap-Nya. dan dialah Allah, Allah yang mencintai, mengasihi, menyayangi umat-Nya.
Dialah Allah yang kita imani, yang datang sebagai Raja, bukan untuk menghukum, melainkan untuk dihukum, menggantikan kita, menebus dosa-dosa kita.
Menjelang ajal-Nya, seorang dari penjahat di samping-Nya, memohon, sekaligus mengakui Yesus sebagai Raja agar setidak-tidaknya, diingatkan saja ketika Sang Raja kembali. Namun Sang Raja, justru menjawab permohonannya dengan titah pengabulang yang lebih besar: "Engkau akan ada bersama-sama Aku di Firdaus". Penjahat yang semula hidup dalam kegelapan, kini hidup dalam terang surgawi, dalam terang kasih ilahi, bersama Sang Raja. Demikianlah kita para pendosa yang telah ditebus oleh-Nya, yang sering kali terseret dalam kegelapan dunia, marilah kita kembali kepada-Nya. Jangan biarkan kegelapan menguasai kita dan saudara-saudara kita. Tinggallah di dalam Kristus, Raja kita. Di dalam Dialah kepenuhan Allah, dan dengan darah-Nya kita diperdamaikan dengan Allah.
Inilah sukacita kita, sukacita para pengikut Kristus, yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Dialah Pemimpin segala pergerakan kita di dunia, Ia memimpin dengan gerak Roh Kasih Allah. Dialah Raja, Dialah Gembala, Dialah Tuhan. Kepada-Nyalah kita menyampaikan pujian dan kemuliaan selama-lamanya. Amin.
Salah satu cara dalam pemanfaatan lahan yang sempit adalah penggunaan teknologi vertikultur. Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertikal atau bertingkat untuk memanfaatkan lokasi yang sempit. Tujuan penerapan vertikultur yaitu memanfaatkan lahan sempit yang tidak produktif menjadi lahan sempit yang produktif dengan aplikasi vertikultur, menghemat pengeluaran rumah tangga jika penanamannya hanya untuk konsumsi sendiri dan bisa menambah pendapatan keluarga karena hasil panen dapat dijual, dan menambah nilai keindahan atau estetika lahan pekarangan.
Wadah yang digunakan untuk tanaman dengan cara vertikultur disesuaikan dengan jenis tanaman dan desain/bentuk lahan serta luas, sehingga lahan dapat digunakan dengan seefisien mungkin. Wadah yang digunakan dapat diletakkan atau ditempatkan secara vertikal ataupun mempunyai tingkat wadah.
Wadah tanaman sebaiknya disesuaikan dengan bahan yang banyak tersedia di pasar lokal. Bahan yang dapat digunakan, misalnya kayu, bambu, pipa paralon, pot, kantong plastik dan lainlain. Bentuk bangunan dapat dimodifikasi menurut kreativitas dan lahan yang tersedia. Yang penting perlu diketahui lebih dahulu adalah karakteristik tanaman yang ingin dibudidayakan seperti sistem perakaran dan panjang akar serta bentuk tajuk tanaman, sehingga dapat dirancang sistemnya sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Penyusunan tanaman diusahakan maksimal dengan memperhatikan kelembaban udara, kerapian dan kemungkinan berjangkitnya penyakit.
Cara membuat wadah pertanaman vertikultur yaitu :
Vertikultur dari Bambu atau Paralon
- Potong batang bambu/paralon sepanjang kurang lebih 120 cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm sisanya untuk ditanam ke tanah.
- Bersihkan ruas antar bambu dengan menggunakan linggis, kecuali ruas paling bawah. Untuk ruas terakhir tidak dibobol keseluruhan, melainkan hanya dibuat sejumlah lubang kecil dengan paku untuk mengatur kelebihan air penyiraman. Jika menggunakan paralon, lakukan penutupan pada dasar menggunakan tutup paralon sesuai ukuran paralon yang digunakan.
- Buat lubang tanam disepanjang bagian 100 cm dengan menggunakan bor, pahat atau pisau. Lubang dibuat secara selang seling pada keempat sisi bambu/paralon. Pada dua sisi yang saling berhadapan terdapat masing-masing tiga lubang tanam, pada dua sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam, sehingga didapatkan 10 lubang tanam secara keseluruhan. Setiap lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm dan berjarak 30 cm.
- Selanjutnya bambu atau paralon ditanam dengan memasukkan 20 cm bagian bawah ke dalam tanah.
Langkah-langkah pembuatan unit vertikultur sistem rak adalah sebagai berikut :
- Buat serangkaian rak dengan tinggi kira-kira 1 m, lebar 1 m, panjang sesuai kebutuhan,
- Atur empat rangkaian rak secara berundak, dengan jarak antara undakan adalah kira-kira 30 cm, dan lebar masing-masing rak adalah 25-30 cm,
- Potong talang air dengan ukuran sesuai rangka rak yang dibuat, lalu masing-masing ujung talang ditutup menggunakan penutup talang lalu dilekatkan menggunakan lem secara permanen,
- Lubangi dasar talang dengan bor atau pisau, diameter lubang kurang lebih 1 cm dan jarak antar lubang berkisar 15-20 cm,
- Isi talang menggunakan media tanam yang telah disiapkan, dan lakukan penyusunan rak.
Jenis pot yang digunakan dapat berupa pot plastik, ember, kaleng, polybag, dan lain-lain. Pada prinsipnya wadah atau pot tersebut dapat menampung media tanam dalam jumlah yang cukup. Untuk tanaman sayuran daun, volume media tanam yang digunakan minimal seberat 1 kg, sedangkan untuk sayuran buah berkisar 3-20 kg. apabila belum ada lubang, maka lakukan pelubangan pada dasar pot dalam jumlah yang cukup banyak guna mengatur kelebihan air penyiraman.
