Hallo UKK lovers! UKK sudah mengirimkan tim untuk ikut pertandingan futsal nih di UOR FUTSAL TOURNAMENT. Buat para ladies dan teman-teman yang kemungkinan akan bergabut ria di rumah, di kontrakan, di kostan dan dimanapun itu, daripada galau-galau mending kita dukung UKK yuk. UKK bakal tanding hari Minggu besok tanggal 16 Oktober 2016, jam 08.00. UKK akan melawan ABK. Ayo dukung UKK! Jangan lupa ramaikan yahh, mari kita dukung, beri semangat dan doakan yang terbaik untuk tim UKK. Lets come and support us! UKK mengharapkan kehadiran kalian di lapangan. See u there guys:)
Liputan6.com, Liputan6.com, Kupang - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gading Taruna membentuk Gerakan Kampung Literasi di Kelurahan Belo, Kota Kupang, NTT, yang difokuskan untuk memberdayakan para petani.
Di kampung ini, para petani didorong untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas tentang masalah-masalah pertanian.
"Gerakan Kampung Literasi bertujuan memberikan layanan informasi dan keterampilan kepada masyarakat, sehingga memiliki pengetahuan wawasan yang luas. Disebut berbasis pertanian karena sebagian besar warga kelurahan Belo dan sekitarnya berprofesi sebagai petani dan membutuhkan informasi pengetahuan tentang usaha pertanian," kata Ketua PKBM Gading Taruna, Goris Takene, kepada Liputan6.com, Sabtu, 1 Oktober 2016.
Dia mengatakan, dengan dibentuk kampung literasi pertanian, warga bisa mendapatkan pengetahuan tentang pertanian melalui membaca buku-buku yang disediakan terkait masalah pertanian.
"Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat petani di Belo dan sekitarnya," ujar Takene.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Jerhans Ledoh, mengatakan budaya membaca penting bagi masyarakat agar menjadi masyarakat yang pintar dan berpengetahuan serta berwawasan luas. Begitu pula dengan para petani yang harus berilmu di bidang pertanian.
"Kami menyambut baik adanya kegiatan Gerakan Kampung Literasi yang dicanangkan PKBM Gading Taruna. Kami siap memberi fasilitas yang dibutuhkan. Ini sangat bermanfaat bagi para petani," ucap Ledoh.
Sumber : Liputan6.com

MEI sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan, karena pada Mei di negara-negara empat musim mengalami musim semi. Bulan ini kerap dihubungkan dengan Bunda Maria, yang menjadi Hawa yang Baru, ibu dari semua yang hidup. Tapi tentu itu bukan alasan utama Gereja Katolik mendedikasikan bulan Mei sebagai bulan penghormatan bagi Bunda Maria.
Devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke-13. Namun praktiknya baru populer sekitar tahun 1700-an. Pada 1809, Paus Pius VII ditangkap serdadu Napoleon, lalu di masukkan dalam penjara. Di penjara, Paus memohon kepada Bunda Maria, agar ia dibebaskan. Paus berjanji, jika dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan bagi Bunda Maria. Lima tahun kemudian, pada 24 Mei, Paus dibebaskan, dan kembali ke Roma. Selang satu tahun, Paus Pius VII mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong Umat Kristen. Semenjak itu, devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.
Paus Pius IX juga kemudian mengumumkan dogma Immaculate Conception atau Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda pada 1854. Bulan Mei pun lalu dikenal sebagai bulan bagi devosi kepada Bunda Maria.
Hal ini kemudian dipertegas Paus Paulus VI dengan mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati, dan bulan Mei adalah kesempatan untuk penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Maria dari hati mereka.” (Paus Paulus VI, The Month of May).
Sementara Oktober didedikasikan sebagai Bulan Rosario. Hal ini dikaitkan dengan persitiwa pertempuran di Lepanto yang meletus pada 1571. Negara- negara Eropa diserang Kerajaan Ottoman dari Turki. Mereka juga menyerang orang-orang beragama Kristen. Jumlah pasukan Ottoman melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa, dan Venesia.
Menghadapi ancaman ini, Don Juan (John) dari Austria, komandan armada Katolik, berdoa Rosario memohon pertolongan Bunda Maria. Demikian juga, umat Katolik di seluruh Eropa berdoa rosario untuk memohon bantuan Bunda Maria. Pada 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- umat berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejak pagi buta hingga malam, mereka mendaraskan doa Rosario tiada henti.
Walaupun terlihat tidak mungkin, tapi pasukan Katolik bisa memenangkan pertempuran pada 7 Oktober. Lalu, Paus Pius V menetapkan 7 Oktober sebagai peringatan Rosario dalam Misa di Vatikan. Penerusnya, Paus Gregorius XIII mengumumkan 7 Oktober itu sebagai Hari Raya Rosario Suci.
Dipersembahkan oleh: doakristiani.com
